Selasa, 03 Mei 2011

Configuring an Access Point as a Wireless Repeater (LinkSys)

The Linksys Wireless-G Access Points can be configured as an Access Point, Access Point Client, Wireless Repeater, and Wireless Bridge. The Wireless Repeater mode will turn the access point into a wireless repeater to extend the range of your signal.

The WAP54G will work as a wireless repeater with the following devices:

  • Linksys Wireless-G Access Point (WAP54G)
  • Linksys Wireless-G Router (WRT54G)

To configure the access point as a wireless repeater, you need to perform two steps:

  1. Checking the Wireless MAC Address of a Wireless Router/Access Point
  2. Setting-Up Wireless Repeater Mode on the WAP54G

Checking the Wireless MAC Address of a Wireless Router

To check the wireless MAC Address of the wireless router follow the steps below.

Step 1:
Access the router’s web-based setup page.


Step 2:
When the router’s web-based setup page opens, click Status then click Wireless.

Step 3:
Take note of the MAC Address. This is your router’s wireless MAC address.

NOTE: The Wireless MAC Address you took note of will be entered on the WAP54G set as wireless repeater. After checking the wireless MAC Address, set-up the wireless repeater mode on the WAP54G. To check the wireless MAC address of the access point, follow the steps below.

Checking the Wireless MAC Address of an Access Point

Step 1:
Connect a computer to the access point.

Step 2:
Assign a static IP address on the computer.


Step 3:
Open the access point’s web-based setup page.


Step 4:
When the access point’s web-based setup page opens, take note of the Wireless MAC Address.

NOTE: The Wireless MAC Address you took note of will be entered on the WAP54G set as wireless repeater.

Step 5:
After obtaining the wireless MAC address of the router/access point, configure the other WAP54G as a wireless repeater. For instructions, follow the steps below.

Setting-Up Wireless Repeater Mode on the WAP54G

Step 1:
Access the access point’s web-based setup page.


Step 2:
When the access point’s web-based setup page opens, click AP Mode then select Wireless Repeater.



NOTE: The access point’s web-based setup page may differ depending on the access point’s version number.

Step 3:
Type the wireless MAC address you took note of earlier in the Remote Access Point’s LAN MAC Address field.

NOTE: Remove the colons (:) when typing the MAC address on the Remote Access Point’s LAN MAC Address field.

Step 4:

Click .

NOTE: If you will connect the wireless repeater to another WAP54G, change the wireless repeater’s LAN IP address.

source : http://www6.nohold.net/Cisco2/ukp.aspx?pid=80&vw=1&articleid=4200

Membuat Router Statis dan Dinamis pada Packet Tracer

Persiapan :

Pastinya di komputer Anda sudah terinstall Software Packet Tracer. Kalau Anda belum punya softwarenya nih saya kasih link downloadnya. Klik disini untukl mendownload.

Setelah Anda download install deh software-nya
di komputer Anda. Setelah Anda install sekarang jalankan program packet tracernya. maka akan muncul seperti ini :







Untuk Membuat Router kita klik pada gambar icon Router. Disini saya menggunakan Router-PT (lingakaran merah)
dan membuat 3 router.






Setelah itu kita beri client (pc) pada setiap router dan kita sambungkan semuanya. Gunakan "automatically choose connection type" untuk menyambungkan setiap device.








Setelah selesai sekarang kita isikan IP pada setiap devicenya. Terserah Anda isi IP berapa. Disisni saya akan mengisi IP-nya seperti berikut :

Router 0
FastEthernet0/0 ==> 192.168.1.1
Serial2/0 ==> 112.16.1.1
Clock rate ==> 9600

Router 1
FastEthernet0/0 ==> 192.168.1.2
Serial2/0 ==> 112.16.1.2
Serial3/0 ==> 113.16.1.1
Clock rate ==> 9600

Router 2
FastEthernet0/0 ==> 192.168.1.3
Serial2/0 ==> 113.16.1.2
Clock rate ==> 9600


PC 0
Gateway ==> 192.168.1.1
FastEthernet ==> 192.168.1.2

PC 1
Gateway ==> 192.168.2.1
FastEthernet ==> 192.168.2.2

PC 2
Gateway ==> 192.168.3.1
FastEthernet ==> 192.168.3.2



  1. Konfigurasi ROUTER STATIS

    Router 0
    192.168.2.0/24 via 112.16.1.2
    112.16.1.0/24 via 112.16.1.2
    192.168.3.0/24 via 113.16.1.1

    Router 1
    192.168.1.0/24 via 112.16.1.1
    192.168.3.0/24 via 113.16.1.2

    Router 2
    192.168.1.0/24 via 112.16.1.1
    192.168.2.0/24 via 113.16.1.1
    112.16.1.0/24 via 113.16.1.1

  2. Konfigurasi ROUTER DINAMIS


    Router 0
    Network ==> 192.168.2.0
    Network ==> 112.16.1.0


    Router 1
    Network ==> 192.168.1.0
    Network ==> 192.168.3.0
    Network ==> 112.16.1.0
    Network ==> 113.16.1.0

    Router 2
    Network ==> 192.168.3.0
    Network ==> 113.16.1.0


    Apabila sudah kita ping dengan gambar icon amplop pada kanan jendela.Kalau berhasil maka akan muncul tulisan Successful.









    Saya mempunyai 20 router statis kalau Anda ingin mendownloadnya klik disini

Jumat, 18 Maret 2011

Menonaktifkan atorun pada windows XP SP 2

Disini akan saya beritahukan cara menonaktifkan autorun/autoplay pada windows Xp SP 2.
Penjelasannya akan saya sertai dengan gambar, agar mempermudah Anda semua dalam melakukannya.
Langkah-langkahnya....................

  • Klik start, dan klik program run. Atau Anda bisa langsung menekan tombol win+R dari keyoard Anda.
  • Lalu ketikkan gpedit.msc dan tekan enter.



    Maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini.



  • Dan sekarang klik/pilih Adminitrative Templates
  • Apabila sudah, Pilih/double klik System.



  • Dan selanjutnya doule klik pada Turn off Autoplay.
    Maka akan muncul seperti gambar dibawah ini




  • Pilih enabled. Dan pada Turn off Autoplay on: pilih All Drives untuk semua drive yang dinonaktifkan autorunnya dan pilih CD-ROM drives apabila hanya menonaktifkan autorun pada CD-ROM.


Sekedar sharing saja, salah satu fungsi dari kita menonaktifkan autorun adalah menghindari virus yang akan masuk ke komputer kita melalui autorun, karena kebanyakan virus masuk ke komputer kita melalui autorun.

Apabila ada kesalahan saya memohon maaf. Dan terima kasih telah berkunjung.

Jumat, 04 Februari 2011

Daftar Rilis Ubuntu

Oke semuanya disini saya akan menulis sedikit artikel tentang Ubuntu. Siapa yang nggak kenal yang namanya ubuntu. Ya, Ubuntu merupakan salah satu distro linux yang penggunanya tidak sedikit. Semua sudah tahu selain free, Ubuntu juga memiliki banyak keunggulan dibandingkan Distro Linux yang lain, salah satunya dapat digunakan secara live (Ubuntu Live CD) Ya… walaupun ada beberapa distro linux yang dapat digunakan secara live CD seperti Yggdrasil (merupakan Live CD berbasis linux pertama), Demo Linux, dan Knoppix. Beberapa keunggulan Live CD Ubuntu antara lain(Dalam hal ini Ubuntu 9.10[Karmic Koala]) :


  1. Menganmbil File dari OS yang Bermasalah
  2. Mengambil File yang Sudah Terhapus
  3. Hapus data secara tuntas
  4. Scan Virus
  5. Reset Password windows
  6. Diagnosis Memory dan Processor

Tetapi disini saya tidak akan menjelaskan keunggulan-keunggulan Live CD Ubuntu tersebut. Karena terlalu banyak mungkin lain waktu saya bisa memposting langkah-langkahnya. Disini saya hanya menjelaskan sedikit tentang daftar rilis Ubuntu.



Tiap tahunnya ada dua Ubuntu yang dirilis, menggunakan tahun dan bulan perilisan sebagai nomor versi. Contohnya Ubuntu pertama, Ubuntu 4.10 yang dirilis pada tanggal 20 Oktober 2004 . Nomor versi untuk versi masa yang akan datang adalah bersifat sementara. Jika rilis tertunda, maka nomor versi akan berubah menyesuaikan, contohnya versi 6.06.



Tiap rilis Ubuntu juga diberi nama kode yang memiliki huruf depan sama, menggunakan kata sifat dan nama hewan. Misalnya Intrepid Ibex, Intrepid memiliki arti berani atau tidak takut dan Ibex adalah sejenis kambing gunung yang populasinya ada di Afrika Utara. Dengan pengecualian pada tiga rilis pertama, nama kode yang dipakai Ubuntu semuanya sesuai dengan urutan abjad. Hal ini sangat membantu dalam mengingat versi mana yang lebih baru. Umumnya, penyebutan rilis Ubuntu hanya menggunakan bagian kata sifat dari nama kode, misalnya Ubuntu Karmic atau Ubuntu Gutsy.



Waktu perilisan Ubuntu dihitung sekitar satu bulan setelah perilisan GNOME (yang dirilis sekitar satu bulan setelah perilisan X.Org). Akibatnya, setiap rilis Ubuntu versi terbaru selalu menggunakan GNOME dan X versi terbaru. Beberapa versi terpilih (seperti 6.06, 8.04, 10.04) telah dilabeli sebagai versi Long Term Support (LTS), yang menandakan bahwa versi itu didukung (dengan update) selama tiga tahun untuk versi desktop, dan lima tahun untuk versi server. Bila dibandingkan versi non-LTS, yang hanya mendapat dukungan selama 18 bulan.









































































































VersiTanggal RilisNama kodeSub VersiDidukung sampai
4.1020 Oktober 2004Warty WarthogSounder30 April 2006
5.048 April 2005Hoary HedgehogArray31 Oktober 2006
5.1013 Oktober 2005Breezy BadgerColony13 April 2007
6.06 LTS

(Long Term Support)



1 Juni 2006Dapper DrakeFlightJuni 2009 (desktop)
Juni 2011 (server)
6.1026 Oktober 2006Edgy EftKnotApril 2008
7.0419 April 2007Feisty FawnHerdOktober 2008
7.1018 Oktober 2007Gutsy GibbonTribeApril 2009
8.04 LTS

(Long Term Support)


21 April 2008Hardy HeronSiegeApril 2011 (desktop)
April 2013 (server)
8.1030 Oktober 2008Intrepid Ibex
9.0423 April 2009Jaunty Jackalope
9.1029 Oktober 2009Karmic Koala
10.04 LTS29 April 2010Lucid Lynx
10.1010 Oktober 2010Maverick Meerkat




Source : Wikipedia Bahasa Indonesia

Mencoba membuat PC Router dengan Linux Suse (melalui mode teks dengan menggunakan Yast)

Persiapan :

  1. Satu unit komputer yang sudah terinstall Linux Suse, pastikan
    komputer tersebut sudah tertancap 2 buah LAN Card yang pastinya sudah berfungsi
    dengan baik.
  2. Satu unit komputer lagi sebagai client, terserah deh OS nya apa yang penting masih bisa
    dijalankan dan pastikan ada satu LAN Card tertancap dan masih berfungsi (alias nggak rusak).
  3. Kabel UTP secukupnya.
  4. Saya rasa ketiga persiapan tadi sudah cukup, apabila Anda ingin menambah persiapan yang lain juga
    nggak apa-apa. Misalnya nasi tumpeng apa nasi goreng terserah Anda deh !



Sekarang kita mulai konfigurasinya......


  1. Awali segala kegiatan dengan ucapan "Bismillahirrahmanirrahiim"
  2. Lalu login sebagai root.
  3. Setelah itu ketikkan Yast.
  4. Pilih network devices.
  5. Pilih LAN Card yang akan kita konfigurasi dengan mengarahkan pada change.
  6. Setelah itu pilih eth0 dan atur IP addressnya misalnya 192.168.2.1
    dan beri tanda centang pada (x) pada static address setup lalu klik next.
  7. Setelah kita atur eth0, sekarang kita atur eth1 kita tulisakn Ip addressnya misalnya
    10.42.5.1 dan jangan lupa beri tanda centang (x) pada static ip address stup.
    Apabila sudah pilih next.
  8. Setelah semua konfigurasi IP sudah, kita pilih FINISH.
  9. Setelah itu kita atur gatewaynya, pilih network service, pilih routing.
  10. kita isikan gateway yang telah kita dapatkan dari provider.
    pilih finish apabila sudah.
  11. Sekarang kita restart networknya dengan perintah :

    #/etc/init.d/network restart

  12. Apabila sudah sekarang kita atur IP versi 4-nya dengan perintah :

    #echo 1 > /roc/sys/net/ipv4/ip_forward

  13. Sekarang kita ketikkan perintah iptables

    #iptables -t nat -A POSTROUTING -s (alamat network eth1/24) -j MASQUERADE

    contoh berdasarkan IP yang telah saya tuliskan diatas:

    #iptables -t nat -A POSTROUTING -s 10.42.5.0/24) -j MASQUERADE

    ingat yag ditulis pada perintah iptables bukan alamat IP eth1 melainkan alamat jaringan
    (network address)


catatan :
Linux merupakan OS yang sensitive keys artinya besar kecilnya huruf berpengaruh terhadap
perintah yang dijalankan oleh linux . Jadi jangan sampai salah dalam mengetikkan perintah.

source :

  1. Guru2 TKJ saya
  2. Pengalaman pribadi

Kurang lebihnya mohon maaf (No Body Perfect)
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India